Kegelisahan menyelubungiku,
Aku kaku takut ada yang menipuku,
Lalu apa aku harus tersipu malu menerima nasibku?
Manusia,
punya hati nurani yang tidak bisa kau tipu,
Aku juga manusia,
Terkadang punya rasa malu melihatmu.
Aku?
Ya aku yang sering mendoakan untukmu,
Moga kita dipilih Allah menjadi insan terhebat,
Terhebat buat melawan nafsu yang menipu.
Jangan bilang ada insan yang menyayangi mu,
Cukup saja kau tahu Tuhan tahu siapa yang sayang padamu,
Jangan kau tertipu dengan hatimu,
Hatimu yang haus kasih sayang .
Mungkin kau bingung membaca sajak ku,
Tentu saja kerana aku mengikut kata hatiku bukan hatimu,
Aku mungkin suka pada seseorang,
Tapi tidak akan aku tertipu memberitahu pada semua aku suka padanya.
Lihat,
Ada insan yang suka memperbodohkan dirinya,
Mengharap insan mencintaimu sedangkan dia tidak tahu,
Kau apa? sangat jahil perasaanmu.
Cinta?
Mana ada cinta sejati kecuali Ilahi,
Berdoa saja padaNya kau akan berjumpa dengannya,
Insan yang kau cinta dan menjadi kekasihmu suatu saat.
Diam sajalah,
Jangan kau terhegeh mendekatinya,
Biar dia saja yang terfikirkan mu,
Kalau dia suka padamu tentu saja dia berdoa akan kebahagiaan hari nanti.
Sudah,
Cukup saja ucapan cinta,pandangan hati dan jiwamu itu,
Sudah kau buang masa saja.
Nanti saja ku nasihatimu lagi.
Bila ku punya masa,
Pasti akan aku bicara.
